seekor bangsat menyembulkan kepala dari balik meja
mengintip dirimu terbaring lelah tertiban berlapis makna
yang tak kunjung merasup dalam jiwa
dan kamu membalas tatap tajam si bangsat kuat kuat
seakan menodongnya untuk menjelaskan apa maunya
atau sekalian aja sini mendekat biar kita adu jotos
sementara itu puluhan nenek moyang melingkar
membisik lirik yg mengantar ke pesisir kesadaran
dengarkan bahasa purbanya yang menanyakan
jam berapa kamu hendak tidur
dan jam berapa seharusnya kamu bangun
jam berapa matahari akan melotot
membocorkan panas neraka ke aspal kotamu yang kasihan
jam berapa angin akan berselimut di kulit menyihir
menenggelamkan sisaan angan angan gagal
jam berapa tuhan akan membariskan planet planet
agar duniamu jadi lebih berarti
karena rupanya sebentar lagi seekor bangsat itu akan
merangkak mendekati mencengkerammu tepat di leher
memaksa agar cepat mengaku agar kamu mengungkap
borok borok hati yang selama ini warnai kamu puja
puji namai sebagai intisari diri dan kamu beri nasi
tiga kali sehari sampai ia jadi kuat mengambil alih
sesuatu tanpa disadari
dan berbaringlah kamu berkeping keping
seekor bangsat
Maret 2020 · ID