← kembali
pengginjar pengginjar kurang kerjaan berkumpul di ruang tamu saling melempar kersam menangkap dan menggubah hingga terasa cukup mewakilkan mereka datang dari luar perbatasan, dan masing masing saling tidak mengenal satu sama lain semua karena kampung halaman yang kurang mampu mendaraikan keletupan yang tinggi meninggi rendah merendah dan mendorong segalanya sampai batas capaian mereka duduk melingkar beralas didik meregik yang tengik terbakar matahari merah jambu pengginjar hitam berdahi basah karena keringat sehabis menciptakan wakil wakil yang bisa diterima orang lain pengginjar biru menelisik meneliti menekuni hasil dan memberi komentar sambil mengumpat dengan penuh ketulusan kersam yang diciptakan panjangnya entah seberapa entah sebagaimana entah entah yang penting bagi mereka adalah ada dan itu sudah cukup pengginjar pengginjar kelelahan letih lesu sehabis bekerja seharian kini seakan berlutut mohon keselamatan dan kebermanfaatan kepada siapapun yang mengawasi mereka di atas sana entah siapa entah ada atau tidak kemudian bunyi genderang dram mulai mengisi diantara kersam sebuah bunyi yang mungkin adalah penutup adalah pembuka adalah adalah
 
adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah
 
kemudian kini dengarlah
bunyinya telah padam diredam malam
 
dan para pengginjar sudah selesai dengan urusannya
lihatlah mereka di sana terkulai di bawah redup lampu sambil
lihatlah asap asap putih berpelintir terbang dari mulut mereka
 
dengarlah sebentar canda dan gelak tawa mereka
yang tipis dan cenderung agak ogah ogahan
yang tulus dan secukupnya saja
 
dari jendela yang tidak ditutup rapat
menyusup kumandang azan subuh
dari toa toa usang
dari muadzin muadzin syahdu
 
mereka menundukkan pandangan
diam mendengarkan
sampai selesai
 
dan hening kembali
 
lalu mereka bergantian cuci muka
gosok gigi
karena pagi nanti harus kerja lagi

pengginjar (adalah adalah adalah)

Januari 2020 · ID