di belantara hutan beton, seekor panda berendah opini mengenai
kepulangan pangeran tua ke kota mereka
yang lembab, berkeringat daki,
dan terjebak tembok yang dibangun sendiri
"for those who speak in archetypes,
for those who code architectures,
for those who seek my pride."
panda ini mengenakan pakaian yang layak,
yang menutupi ketelanjangannya dari sapuan tangan mengabaikan
menyeleksi
memilih yang penting penting saja untuk dijalani
berguru pada lidah lidah yang membangun dunia persilatan
"for the greatest salvation lies in power and power alone,
thick, luscious, tangible power."
di belantara hutan beton itu, pada akhirnya
si panda yang tidak haus sibuk mencari minum
dan mati di jalan
panda di hutan beton
May 2024 · BI